Kata Mursyidku

BULAN RAMADHAN BULAN PESTA IBADAH
Janganlah Ramadhan dijadikan pesta makan minum, janganlah jadikan Ramadhan banyak tidur-tidur sahaja di siangnya dan janganlah jadikan Ramadhan selepas sedikit ibadah sembahyang kemudian berbual dan borak-borak yang banyak.Selepas berbual-bual banyak pulang ke rumah kemudian tidur, malam tidak bangun pula menghidupkan malam bersama Tuhan.

Ramadhan bukan sekadar menghidupkan malam, siang berlapar-laparan dan berletih-letihan. Ramadhan adalah untuk menghidupkan fikiran, hati dan jiwa dengan rasa bertuhan.Ramadhan hendak memeriahkan jiwa dengan rasa kehambaan, rasa hina, rasa lemah dan rasa kerdil di hadapan Tuhan yang Maha Kuasa.Ramadhan hendak mengimarahkan jiwa dengan rasa rendah diri, takutkan Tuhan, cintakan-Nya, rasa bertuhan sentiasa. Ramadhan hendak menghidupkan jiwa timbang rasa sesama manusia, rasa kasih sayang, simpati sesama manusia yang derita, yang tidak punya apa-apa.Ramadhan hendak menebalkan rasa berdosa, takut kalau terlibat lagi dengan dosa.Ramadhan hendak rasa agung-Nya Tuhan, hebat dan kuasa-Nya Tuhan.Ramadhan bukan sekadar ibadah luaran-luaran yang meriah dan ceria yang dalam gelap-gelita.

Yang penting jiwa hendak dihidupkan, memeriahkan yang di dalam jiwa, Tuhan pandang bukan yang luaran tapi yang di dalam. Tuhan hendak melihat yang di dalam batin manusia apakah hidup jiwanya rasa bertuhan. Siangnya berpuasa, malam sembahyang, banyak membaca Al Quran
untuk memberi cahaya kepada jiwa yang selama ini gelap-gelita. Membanyakkan berzikir bukan lafaznya tapi penghayatannya. Berzikir bukan sekadar menyebut di lidah tapi menyebut di hati, dirasa oleh jiwa. Berzikir bukan di lidah tapi ingatan di hati.

Kedatangan Ramadhan adalah dengan tujuan hendak menghidupkan hati yang mati sebelumnya. Moga-moga kesan sebulan menghidupkan hati tahan setahun lamanya. Kemudian Ramadhan datang lagi hidupkan pula lagi hati yang mati tahan pula setahun lagi.Itu bagi orang awam yang selalu sahaja cuai dan lalai. Bagi orang yang bertaqwa jiwanya hidup setiap masa, kedatangan Ramadhan hanya untuk darjat dan pangkat di sisi Tuhannya.Tapi kalau kedatangan Ramadhan tidak pun menghidupkan jiwa luar meriah di dalam tidak meriah. Luar terang-benderang dengan syariat lahir, syariat batinnya gelap. Kalau di luar Ramadhan tentulah lebih-lebih lagi malang,gelaplah hati sepanjang tahun. Tidak ada masa hati yang terang, sungguh malang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s